Blog PostWorker

Pekerjaan Blue Collar di Era Digital: Mengasah Keterampilan dengan Tantangan Saat Ini

Tim Workmate
16 Jan 2024
Bagikan Artikel Ini
Facebook Icon
Twitter Icon
LinkedIn Icon

Workmates, kalian tau gak sih seiring dengan berkembangnya revolusi digital, dunia pekerjaan khususnya Blue Collar Worker mengalami transformasi yang signifikan? Nah, kali ini Workmate mau membahas bagaimana perkembangan teknologi atau era digital berpengaruh terhadap peluang dan tantangan bagi Blue Collar Worker di Indonesia.

Langsung kita simak yuk!

1. Apa itu Pekerjaan Blue Collar?

Pekerjaan Blue Collar mengacu pada pekerjaan manual dan operasional yang membutuhkan keterampilan fisik dan teknis tertentu. Contohnya adalah pekerja logistik, pertambangan, konstruksi, agribisnis, manufaktur, dan F&B. Pekerjaan ini cenderung bersifat manual, namun pada era revolusi digital jenis-jenis pekerjaan tersebut juga tidak lepas dari perkembangan teknologi.

2. Peluang Pekerjaan di Bidang Blue Collar

Meskipun banyak perhatian yang tertuju pada peluang pekerjaan White Collar dalam revolusi digital, namun peluang pekerjaan di bidang Blue Collar  juga tidak luput dari revolusi digital yang berkembang pesat. Penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), robotika, dan otomatisasi memberikan peluang baru dalam dunia pekerjaan. Contohnya, pekerjaan di sektor konstruksi  mengalami perubahan signifikan dengan penggunaan drone untuk pemetaan area konstruksi, dan teknologi BIM (Building Information Modeling) untuk merencanakan proyek secara lebih efisien. 

Selain itu, pekerjaan di sektor makanan dan minuman (F&B) pun mengalami perubahan tren dan perilaku konsumen yang signifikan di era revolusi digital dengan adopsi teknologi terkini. Menurut laporan PwC global tahun 2021, pandemi dan aturan pembatasan jarak sosial telah menyebabkan perubahan mendasar dalam cara konsumen bertransaksi dan mengkonsumsi produk atau jasa. Bagi bisnis F&B itu artinya wajib melakukan digitalisasi agar bisa bertahan sekaligus menjangkau pelanggan dan pasar yang lebih luas. Selain itu, digitalisasi bisnis F&B juga dapat mengintegrasikan sistem operasional untuk mengurangi risiko kesalahan, menghemat waktu, sumber daya serta biaya. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan Bluecollar tidak lagi hanya mengandalkan keterampilan fisik, tetapi juga pengetahuan tentang teknologi.

3. Pentingnya Meningkatkan Keterampilan

Seiring dengan berkembangnya teknologi, meningkatkan skill atau keterampilan juga menjadi kunci untuk memastikan pekerjaan Blue Collar tetap relevan dan mempunyai daya saing. Pelatihan keterampilan digital menjadi penting, termasuk pemahaman dasar tentang perangkat lunak, penggunaan alat digital, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi. Bagi pekerja Blue Collar pelatihan bukan hanya untuk meningkatkan keahlian teknis saja tetapi juga untuk menambah kepercayaan diri serta lebih siap dalam menghadapi challenge atau tantangan baru di dunia kerja, dan pelatihan ini juga bisa menjadi kunci sukses untuk meningkatkan karir yang lebih baik. 

Perusahaan dan pemerintah juga perlu berkolaborasi dalam menyediakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ini tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas pekerja, tetapi juga memastikan bahwa mereka tidak tertinggal dalam era revolusi digital yang terus berkembang.

4. Dampak Revolusi Digital

Revolusi digital membawa dampak signifikan terhadap jenis pekerjaan Blue Collar. Salah satunya adalah otomatisasi,  yang dapat menggantikan beberapa pekerjaan rutin atau manual menjadi teknologi based (berbasis teknologi), namun, hal ini dapat mendorong munculnya peluang pekerjaan-pekerjaan baru. Dimana pekerjaan-pekerjaan baru ini membutuhkan pekerja yang memiliki keterampilan digital. 

Untuk siap menghadapi dampak revolusi digital ini, Blue Collar Worker dituntut untuk aktif beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Beradaptasi dengan perkembangan teknologi bisa dilakukan dengan terus mengasah dan meningkatkan skill yang dimiliki.

Kesimpulan

Pekerjaan Blue Collar di era digital mengharuskan adanya keseimbangan antara teknologi dan keterampilan manusia. Sementara itu otomatisasi dapat meningkatkan kemampuan peran pekerja Blue Collar dalam era revolusi digital, namun pekerjaan tradisional di dalam aspek kehidupan sehari-hari tidak dapat tergantikan. Mendorong pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta mengakui nilai pekerja blue collar, akan membantu memastikan keberlanjutan dan kemajuan sektor ini di masa depan.

Ada banyak lowongan kerja keren di aplikasi Workmate!

Pencarian kerjamu jadi lebih gampang dan aman. Ayo, join Workmate sekarang juga, temukan peluang karir seru! 
Tags:Blog PostWorker
Bagikan Artikel Ini
Facebook Icon
Twitter Icon
LinkedIn Icon
Subscribe to our Blog
We will send you updates on new, relevant articles that can help your business!